Takut Akan Kematian Hilang Dengan Neurotherapy.

Setelah saya mengalami suatu kejadian beberapa tahun yang lalu hidup saya jadinya tidak tenang dan memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap kematian. Setiap kali mendengar ada berita kematian atau ada saudara yang meninggal tiba-tiba saja saya keluar keringat dingin dan tubuh terasa menggigil bahkan kaku. Awalnya hal ini bisa terjadi karena suatu ketika saat saya pulang kerja tiba-tiba saja kepala saya mendadak pusing dan saya jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Saya sempat tidak sadarkan diri selama hampir 24 jam. Dan setelah kejadian tersebut akhirnya saya terkena semacam penyakit yang menghantui yakni takut yang tidak wajar berkaitan dengan kematian. Secara sadar saya tahu bahwa setiap orang akan mengalami yang namanya mati. Tapi entah kenapa tiap kali saya mendengar ada orang yang meninggal saya langsung takut setengah mati. Pernah suatu ketika tanpa sengaja melihat kematian salah seorang artis yang masih cukup muda dan meninggalnya juga secara tiba-tiba saya harus sampai opname karena shock mendengar berita semacam itu. Setiap kali mendengar ada makanan yang bisa menyebabkan kanker, jantung atau berbagai macam penyakit mematikan lainnya saya pasti langsung tidak mau memakan makanan tersebut. Makanan siap saji dan makanan instant yang berpengawet sudah saya singkirkan dari menu makanan saya. Makanan pinggir jalan dari warung-warung yang tidak jelas sudah tentu tidak pernah saya makan. Dulu saya juga masih sering kemana-mana nyetir sendiri tapi entah kenapa untuk perjalanan yang dekat saja saya tidak berani bawa mobil sendiri. Haru selalu pakai sopir. Meski terkadang saya harus gantian sama ke dua orang tua saya karena di rumah cuma ada satu orang sopir, sementara saya sudah tidak berani bawa mobil. Ayah bahkan sering ngalah dengan menyetir sendiri kendaraannya dan saya anaknya justru selalu bergantung sama sopir kami. Sudah berbagai macam pengobatan saya lakukan. Ke dokter, psikiater, psikolog bahkan sampai ke dukun sekalipun pernah saya lakukan tapi hal tersebut tidak banyak membantu. Sampai suatu ketika tanpa sengaja saya ketemu dengan sebuah terapi yang menurut saya pertama dan satu-satunya di Indonesia yaitu neurotherapy.  Saya juga baca literatur dari luar tentang apa itu neurotherapy, neurofeedback, brainwane entraitment dsb. Pokoknya sebelum saya memutuskan untuk terapi disana saya terlebih dahulu mencari informasi sebanyak mungkin tentang neurotherapy tersebut. Jadi nanti saya tidak salah pilih karena jaraknya lumayan jauh dan cukup menyita banyak waktu. Akhirnya setelah banyak sekali informasi yang mendukung saya untuk menjalani sesi terapi tersebut. Kemudian saya putuskan untuk menjalani sesi terapi tersebut karena apa yang saya alami ini sungguh sangat menyiksa diri saya. Saat diterapi saya merasa ada sedikit yang aneh dengan terapi tersebut karena ada semacam alat aneh ditempelkan di kepala saya. Katanya sih untuk mengetahui aktivitas yang ada pada organ otak saya. Dan memang terbukti benar ada pola yang tidak sesuai di bagian otak saya yang bisa saya ketahui dari alat yang namanya EEG tersebut. Terapi berlangsung kurang lebih dua jam dan dalam sesi tersebut saya diperdengarkan semacam musik instrumental yang berfungsi untuk menstimulus aktivitas yang ada di otak saya. Suaranya sedikit aneh tapi bisa membuat saya masuk kedalam alam imajinasi dimana saya bisa merasakan betul apa yang ada di pikiran saya. Didalam terapi tersebut saya seperti diajak berkeliling mengitari pengalaman hidup yang saya alami dan membawa saya pada satu perasaan dimana saya merasa diri saya bebas menentukan pilihan. Dalam hidup saya mau seperti apa dan menjalaninya secara bagaimana itulah point yang saya peroleh dari sesi tersebut.   Dan hal ini bisa menjadikan diri saya mengerti bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan dimana kita bisa menjadikan diri kita menikmati ataukah meratapi perjalanan hidup ini. Demikian sepenggal kisah saya tentang pengalaman hidup saya.

Indra, Surabaya.

 401 total views,  2 views today

Share Halaman Website Ini