Pengalaman Menjalani Neurotherapy.

Tujuan saya ketika menjalani neurotherapy adalah ingin meningkatkan daya konsentrasi yang saya miliki. Saya merasa bahwa diri saya mengalami gangguan susah konsentrasi sehingga saya butuh terapi yang bisa membantu saya mengatasi masalah tersebut. Pekerjaan saya dibidang teller bank sangat membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi akan tetapi saya merasa konsentrasi yang saya miliki kurang sehingga saya coba mencari cara agar daya konsentrasi saya bisa meningkat. Sebelumnya saya berkonsultasi tentang apa yang saya alami dan katanya dengan neurotherapy bisa membantu. Saya menganggap terapi ini cukup ilmiah dan yang paling bikin penasaran adalah ada alat yang bisa mengukur gelombang otak saya. Saya ingin tahu sebenarnya secara valid apakah benar saya punya masalah konsentrasi ataukah hanya perasaan saya saja. Kalau dalam pekerjaan saya sih sebenarnya belum ada komplain dari atasan hanya saja saya merasa dibanding teman-teman saya lainnya saya merasa kalah cepat dalam menyelesaikan pekerjaan. Kayaknya tuh temen kerja bisa lebih cekatan dibanding saya. Saya jadi iri sama mereka dan ingin bisa seperti mereka. Terkadang ketika ada sedikit masalah saya langsung gugup dan tidak bisa santai menghadapinya dan itulah yang ingin saya ubah dengan menjalani terapi neurotherapy ini.  Dan saya tekad bulat untuk mengikuti terapi ini sehingga saya bisa benar-benar menjadi lebih besi fokus dengan pekerjaan saya dan mendukung karir profesional saya. Akhirnya hari dimana saya bisa menjalani jadwal terapi tersebut tiba. Sebelum terapi kami ngobrol sebentar tentang permasalahan saya dan saya utarakan apa yang sebenarnya terjadi di diri saya. Selama hampir setengah jam saya cerita banyak dan berkonsultasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di diri saya dan apa yang seharusnya saya lakukan. Kemudian saat pengukuran gelombang otak tiba ini jadi salah satu yang paling membuat saya cemas karena ingin membuktikan benar atau tidaknya apa yang selama ini saya rasakan. Hampir setengah jam proses ini berlangsung dan ditemukan fakta unik bahwa sebenarnya bukan permasalahan diri saya yang kurang konsentrasi hanya saja saya kurang memiliki keyakinan bahwa saya mampu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Dan hal ini tentu saja juga berpengaruh terhadap konsentrasi yang saya miliki. Jadi secara organ sebenarnya tidak ada masalah di otak saya hanya saja pola pikir saya yang selama ini. Lalu saya di terapi untuk membantu menghilangkan kecemasan dan pola pikir yang selama ini keliru sehingga bisa membantu mengatasi masalah yang sedang saya hadapi ini.  Kemudian saya juga diberikan semacam treatment supaya saya bisa mempertahankan kepercayaan terhadap kemampuan saya sendiri sehingga tidak lagi mempengaruhi keseharian saya. Dan alhamdulillah sampai saat ini saya merasa lebih semangat dalam menjalani pekerjaan saya dan semua terasa jauh lebih mudah untuk dijalani, terimakasih.

Sisca, Solo.

 580 total views,  2 views today

Share Halaman Website Ini