Neurotherapy Membantu Ayahku Recovery Pasca Stroke

Setahun yang lalu ayahku terkena serangan stroke. Kami semua kaget dan kebingungan karena sebelumnya ayah baik-baik saja dan tidak pernah mengeluh sakit. Sebenarnya usianya masih terbilang belum begitu tua karena masih menjelang 50 tahun. Akan tetapi yang namanya penyakit terkadang memang tidak bisa diduga datangnya. Pola keseharian ayahku juga terbilang cukup sehat karena selalu menjaga pola makan dan sering berolahraga namun apa mau dikata jika kehendak Tuhan memang seperti itu maka saya tidak bisa berbuat apa. Setelah serangan stroke yang mendadak tersebut ayah sempat dirawat secara intensif di ruang ICU selama hampir 3 bulan. Syukur alhamdulillah setelah kurun waktu tersebut ayah akhirnya bisa pulang dan kembali bersama kami meski belum dalam keadaan yang sembuh total. Dia masih sulit berkomunikasi akan tetapi dia sudah bisa menggerakkan bagian tubuhnya. Setiap hari dia belajar untuk berjalan secara normal sampai hampir dua bulan tapi masih saja terpincang-pincang. Kondisi saat dia berbicara juga masih terbata-bata serta masih sangat kelihatan susah untuk ngomong dan masih terlihat jelas bahwa dia belum bisa menggerakkan seluruh bagian tubuhnya secara sempurna. Setelah mencoba sekian lama untuk memulihkan keadaannya seperti semula maka saya melihat ada raut kekecewaan dari ayah karena tidak kunjung menunjukkan hasil yang signifikan. Karena itulah kami segenap keluarga juga mensupport dengan mencari alternatif supaya ayah bisa sembuh dan kembali bersama-sama kami seperti sedia kala. Berbagai metode ditempuh dan kemudian saya berpikir bahwa ada hal yang semestinya bisa membantu yakni dengan melakukan pengobatan di bagian psikisnya juga. Saya membaca banyak sekali hal yang menyebutkan bahwa penyakit stroke bisa disembuhkan asal kondisi psikologis mereka juga mendukung penyembuhan tersebut. Apa yang menjadi pemikiran seseorang yang pernah terkena serangan stroke sebaiknya selalu berada dalam kondisi rileks dan tidak terlalu di forsir atau dikekang oleh pemikiran yang terlalu berlebih sehingga akan menghambat proses pemulihan ayah saya. Dan saya menemukan ada satu metode baru yang cukup menarik dan pantas untuk dicoba. Ya, neurotherapy nama terapinya. Dimana nanti akan menjalani terapi dengan mengacu pada aktivitas gelombang otak yang dimiliki. Setelah saya cerita sama ayah dia setuju untuk mencoba terapi tersebut. Kemudian kami berangkat ke alamat yang tertara di website. Perjalanan yang cukup panjang sebenarnya namun ayah saya lihat cukup antusias karena melihat hal ini sebagai suatu bentuk baru berkaitan dengan penyembuhannya jika selama ini kita selalu mengacu pada penyembuhan di bidang psikologis maka kali ini penyembuhannya kali ini lebih mengacu pada hal psikologis atau pemikirannya.  Setelah sampai di tempat tersebut saya ikut beberapa menit untuk membantu ayah untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. Kemudian saat terapi saya tidak bisa mendampingi ayah karena memang ketentuannya seperti itu. Selama hampir 2 jam ayah di dalam ruang terapi kemudian saya dipanggil untuk diberikan penjelasan tentang apa yang sebaiknya saya lakukan dan saya juga diberikan satu buah CD treatment yang bisa membantu ayah mengatasi masalahnya.  Selang beberapa hari saya mulai ada perubahan pada ayah saya. Dia mulai rajin mengkonsumsi obat tanpa harus diingatkan. Dan yang paling membuat saya tercengang adalah sekarang dia jadi banyak senyum sesuatu yang jarang sekali saya lihat sebelumnya. Sampai minggu kedua saya lihat ayah saya semakin lancar berbicara dan jalannya juga sudah semakin layaknya manusia normal. Kemudian sampai dengan satu bulan ayah saya benar-benar berubah drastis dan jauh lebih bisa berkomunikasi dan berinteraksi secara lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Bagas Driyawan, Jombang.

 450 total views,  2 views today

Share Halaman Website Ini