Gejala Anxiety Lenyap Seketika.

Saya seorang mahasiswi tingkat akhir disalah satu perguruan swasta di Jakarta yang mengambil jurusan diploma akuntansi. Masalah yang saya hadapi sangat menganggu keseharian saya. Saya sering merasakan perasaan cemas secara tiba-tiba dan hal itu membuat saya begitu tidak nyaman bahkan sering saya jatuh pingsan karena perasaan tersebut. Saya berinisiatif untuk konsultasi ke dokter tetapi katanya tidak ada masalah dengan diri saya dan hanya membutuhkan istirahat yang cukup serta mengurangi aktivitas yang terlalu berat. Nasehat dokter saya lakukan tapi masih tetap saja saya sering mengalami kecemasan tersebut. Lalu saya putuskan untuk pergi ke psikolog dan oleh psikolog tersebut saya dinyatakan menderita anxiety kemudian saya disuruh untuk intens konsultasi supaya bisa dilihat perkembangannya. Tapi entah kenapa yang justru saya rasakan semakin lama saya semakin merasa hal tersebut sangat-sangat menganggu diri saya bukannya semakin memperbaiki keadaan. Saya diberikan definisi lengkap serta gejala-gejala yang muncul pada penderita anxiety  dan saya merasa semua itu juga terjadi pada saya bahkan dalam intensitas yang sangat tinggi. Saya merasa sebenarnya saya tidak butuh penjelasan-penjelasan tentang apa yang saya rasakan saya butuh solusi atas semuanya. Saya coba googling atas permasalahan yang saya hadapi saya menemukan ada sebuah metode yang cukup unik dan belum pernah saya temui sebelumnya yakni neurotherapy. Setelah mencoba menanyakan informasi seputar terapi tersebut lalu berlanjut untuk membuat jadwal terapi. Saat terapi ada sesi dimana saya diukur terlebih dahulu gelombang otak yang ada pada diri saya. Konon katanya sih sebetulnya tidak permasalahan yang serius pada aktivitas gelombang otak saya mungkin hanya ada beberapa yang terlalu berlebihan pada beberapa bagian otak tersebut. Kemudian dari hasil pemeriksaan tersebut ditentukan gelombang otak yang cocok untuk saya terutama berkaitan dengan permasalahan yang saya hadapi yakni anxiety atau kecemasan. Saya juga menceritakan apa yang sering alami ketika gejala tersebut muncul. Misalnya sesak nafas jantung berdebar dan pingsan serta badan terasa lemas.  Dari semua yang saya ceritakan kemudian saya diberikan sedikit penjelasan tentang apa itu neurotherapy dan bagaimana neurotherapy bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang saya hadapi. Sesi terapi berlangsung kurang lebih 2 jam dan selama itu saya dibawa ke berbagai ragam kondisi emosional mulai sedih, senang, takut, gembira dsb. Hal ini membuat sepenuhnya menyadari tentang perasaan yang selama ini saya hadapi. Sehingga membuat saya merasakan perasaan yang lebih baik. Rasa cemas yang selama ini saya alami terkadang masih bisa sedikit rasakan sensasinya tapi sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas yang saya jalani dan hanya selintas saja muncul tapi tidak saya hiraukan. Dan inilah yang membuat saya sangat senang setelah mengikuti terapi ini, terimakasih untuk neurotherapy yang telah membantu mengatasi permasalahan saya.

 452 total views,  2 views today

Share Halaman Website Ini